Pule (Pulai): Mengenal Nama Ilmiah, Ciri, Akar, Manfaat Tradisional, Simplisia dan Potensi Bahan Baku Jamu
Pule atau pulai merupakan salah satu jenis pohon yang sudah cukup lama dikenal di Indonesia. Tanaman ini menarik untuk dibahas karena hampir setiap bagian pohonnya mempunyai karakter yang khas, mulai dari batang, daun, bunga, buah sampai akarnya.
Dalam pembahasan tanaman herbal, nama pule dan pulai sering digunakan secara bergantian. Salah satu tanaman yang umum dikenal dengan nama tersebut adalah Alstonia scholaris, yaitu pohon dari famili Apocynaceae.
Kalau Anda pernah melihat pohon yang cukup tinggi dengan daun tersusun berkelompok dan buah berbentuk panjang seperti polong tipis, bisa jadi Anda sedang melihat pulai.
Dalam dunia bahan jamu, tanaman ini juga menarik karena bagian tertentu seperti kulit batang dan akar dikenal dalam pemanfaatan tradisional. Namun, setiap bagian tanaman tidak boleh dianggap sama. Identitas tanaman dan bagian yang digunakan harus jelas sebelum bahan diolah atau diperdagangkan.
Bagi petani, pengepul, pencari bahan alam, pengolah simplisia dan supplier bahan herbal, informasi seperti nama ilmiah, bagian tanaman, bentuk bahan, kualitas, pengeringan dan penyimpanan menjadi penting.
Artikel ini membahas pule secara lengkap tetapi dengan bahasa sederhana, mulai dari nama ilmiah, ciri-ciri pohon, daun, bunga, buah, akar, bagian yang dimanfaatkan, penggunaan tradisional, kandungan, simplisia, pengolahan, kualitas, budidaya, panen sampai peluangnya sebagai bahan baku jamu.
Daftar Isi
- Apa Itu Pule atau Pulai?
- Nama Ilmiah dan Identitas Botani Pule
- Tabel Identitas Tanaman Pule
- Ciri-Ciri Tanaman Pule
- Ciri Batang dan Kulit Batang Pule
- Ciri Daun Pule
- Bunga Pule
- Buah dan Biji Pule
- Ciri-Ciri Akar Pule
- Bagian Tanaman Pule yang Dimanfaatkan
- Kandungan Senyawa Pule
- Manfaat Pule dalam Penggunaan Tradisional
- Pule sebagai Simplisia Bahan Herbal
- Cara Mengolah Pule Menjadi Simplisia
- Cara Mengeringkan Pule
- Ciri Pule Kering yang Berkualitas
- Cara Menyimpan Pule Kering
- Perbedaan Akar Pule dan Kulit Batang Pule
- Budidaya Tanaman Pule
- Panen dan Pascapanen Pule
- Pule sebagai Bahan Baku Jamu
- Peluang Bisnis Pule
- Faktor yang Mempengaruhi Harga Pule
- Tips Menjual Pule ke Pembeli Grosir
- Pule untuk Industri Herbal
- FAQ Pule
- Kesimpulan
Apa Itu Pule atau Pulai?
Pule atau pulai adalah nama yang digunakan untuk tanaman Alstonia scholaris. Tanaman ini berupa pohon berkayu dan dapat tumbuh cukup tinggi.
Pule termasuk tanaman yang cukup menarik karena bentuk pohonnya berbeda dengan banyak tanaman jamu yang biasanya berupa herba kecil atau semak.
Bagian pohonnya terdiri dari akar, batang, kulit batang, daun, bunga, buah dan biji. Dalam pemanfaatan tradisional, beberapa bagian tanaman tersebut dikenal mempunyai kegunaan yang berbeda.
Yang perlu diperhatikan adalah jangan menyamakan semua bagian tanaman. Akar pule, kulit batang pule dan daun pule merupakan bahan yang berbeda. Jika akan digunakan sebagai bahan herbal, bagian tanaman harus disebutkan dengan jelas.
Di beberapa tempat, nama pule juga dapat digunakan untuk tanaman lain. Karena itu, nama lokal saja belum cukup untuk memastikan identitas bahan.
Nama Ilmiah dan Identitas Botani Pule
Salah satu tanaman yang dikenal luas sebagai pule atau pulai mempunyai nama ilmiah Alstonia scholaris.
Tanaman ini termasuk famili Apocynaceae, yaitu kelompok tumbuhan yang juga mencakup berbagai tanaman lain yang memiliki karakter getah dan senyawa kimia yang beragam.
Nama ilmiah sangat penting terutama ketika bahan akan masuk ke perdagangan. Penjual dan pembeli bisa saja menggunakan nama daerah yang berbeda untuk tanaman yang sama.
Dengan mencantumkan nama ilmiah, kemungkinan salah mengenali bahan dapat dikurangi.
Tabel Identitas Tanaman Pule
| Keterangan | Informasi |
|---|---|
| Nama umum | Pule / Pulai |
| Nama ilmiah | Alstonia scholaris |
| Famili | Apocynaceae |
| Bentuk tanaman | Pohon berkayu |
| Bagian tanaman | Akar, batang, kulit batang, daun, bunga, buah dan biji |
| Bentuk bahan herbal | Bagian tanaman segar, kering atau simplisia |
Ciri-Ciri Tanaman Pule
Kalau ingin mengenali pule di lapangan, ada beberapa ciri yang bisa diperhatikan. Bentuk pohonnya cukup khas dan biasanya lebih mudah dikenali ketika tanaman sudah cukup besar.
1. Pohonnya dapat tumbuh tinggi
Pule merupakan pohon berkayu yang dapat tumbuh cukup tinggi. Batangnya bisa menjadi besar ketika tanaman sudah dewasa.
2. Batang tumbuh tegak
Batangnya tumbuh tegak dan mempunyai percabangan pada bagian tertentu. Pohon yang sudah besar dapat mempunyai tajuk yang cukup tinggi.
3. Daun tumbuh berkelompok
Salah satu ciri yang menarik adalah daun biasanya terlihat tersusun dalam kelompok pada bagian ujung atau ruas cabang.
4. Bunga berkelompok
Bunga tumbuh dalam kelompok. Warna bunga umumnya putih hingga kekuningan dengan bentuk yang khas.
5. Buah panjang dan ramping
Setelah berbunga, tanaman menghasilkan buah yang berbentuk panjang dan ramping. Bagian ini merupakan salah satu ciri yang membantu mengenali pohon pulai.
Ciri Batang dan Kulit Batang Pule
Batang pule mempunyai struktur berkayu. Pada tanaman yang sudah besar, batang dapat mempunyai ukuran yang cukup besar dan kulit batang terlihat jelas.
Salah satu hal yang perlu diketahui adalah adanya getah pada bagian tanaman tertentu. Karena itu, penanganan bahan sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan karakter tanaman.
Kulit batang juga berbeda dengan akar. Meskipun berasal dari tanaman yang sama, keduanya merupakan bahan yang berbeda dan tidak sebaiknya dicampur tanpa tujuan serta identifikasi yang jelas.
Ciri Daun Pule
Daun pule termasuk bagian yang cukup mudah dikenali. Daunnya berbentuk lonjong hingga elips dan biasanya tersusun berkelompok.
Permukaan daun berwarna hijau ketika masih segar. Ukuran daun dapat berbeda tergantung umur tanaman dan kondisi pertumbuhannya.
Untuk identifikasi tanaman di lapangan, daun dapat digunakan bersama ciri batang, bunga dan buah. Jangan hanya mengandalkan satu ciri saja jika identitas tanaman belum pasti.
Bunga Pule
Bunga pule tumbuh secara berkelompok. Warnanya cenderung putih hingga kekuningan dan mempunyai bentuk bunga yang khas.
Bunga merupakan salah satu bagian yang membantu proses identifikasi tanaman ketika tanaman sedang berbunga.
Untuk kebutuhan identifikasi yang lebih akurat, ciri bunga sebaiknya dilihat bersama dengan bentuk daun, batang, buah dan karakter tanaman secara keseluruhan.
Buah dan Biji Pule
Buah pule mempunyai bentuk panjang dan ramping. Ketika matang, buah dapat membuka dan mengeluarkan biji.
Biji memiliki struktur yang membantu penyebaran oleh angin. Bentuk tersebut merupakan salah satu karakter yang cukup menarik dari tanaman pule.
Berbeda dengan akar dan kulit batang, buah dan biji bukan bagian yang biasanya menjadi fokus utama dalam perdagangan simplisia pule. Namun, keberadaannya penting untuk mengenali tanaman.
Ciri-Ciri Akar Pule
Akar pule merupakan bagian tanaman yang berada di dalam tanah sehingga biasanya membawa tanah dan kotoran ketika baru dipanen.
Karena itu, akar segar perlu dibersihkan terlebih dahulu sebelum diproses lebih lanjut.
Setelah dikeringkan, akar akan menjadi lebih ringan dan keras. Ukurannya bisa berbeda-beda tergantung bagian akar yang diambil.
Untuk bahan yang akan dijual, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
- akar tidak tercampur tanah secara berlebihan;
- tidak berjamur;
- tidak berbau busuk;
- tidak tercampur akar tanaman lain;
- tingkat kekeringannya cukup;
- warna bahan masih wajar; dan
- kemasan mampu melindungi dari kelembapan.
Bagian Tanaman Pule yang Dimanfaatkan
Pule merupakan tanaman yang mempunyai beberapa bagian yang dikenal dalam pemanfaatan tradisional.
| Bagian | Keterangan |
|---|---|
| Akar | Bagian bawah tanaman yang dapat dikeringkan sebagai bahan herbal. |
| Kulit batang | Bagian batang yang dikenal dalam pemanfaatan tradisional. |
| Daun | Bagian hijau tanaman dengan karakter morfologi khas. |
| Bunga | Bagian reproduksi tanaman. |
| Buah dan biji | Bagian reproduktif yang membantu penyebaran tanaman. |
Bagian tanaman tidak boleh dianggap memiliki manfaat dan kandungan yang sama. Setiap bagian mempunyai komposisi yang dapat berbeda.
Kandungan Senyawa Pule
Pule menarik perhatian dalam penelitian fitokimia karena genus Alstonia diketahui mempunyai berbagai senyawa metabolit sekunder.
Salah satu kelompok senyawa yang banyak dibahas pada genus ini adalah alkaloid. Selain itu, berbagai penelitian juga melaporkan keberadaan kelompok senyawa lain tergantung bagian tanaman dan metode penelitian yang digunakan.
Kandungan kimia tidak selalu sama pada setiap sampel. Faktor seperti umur tanaman, bagian tanaman, lokasi tumbuh, kondisi lingkungan dan metode ekstraksi dapat memengaruhi hasil pengujian.
Karena itu, jangan menganggap hasil penelitian terhadap satu bagian tanaman otomatis berlaku sama untuk akar, kulit batang dan daun.
Manfaat Pule dalam Penggunaan Tradisional
Pule telah lama dikenal dalam berbagai pemanfaatan tradisional. Bagian tanaman tertentu digunakan sebagai bahan ramuan berdasarkan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun.
Namun, ada perbedaan antara penggunaan tradisional dan bukti klinis.
Artinya, ketika sebuah tanaman secara tradisional digunakan untuk tujuan tertentu, hal tersebut tidak otomatis berarti tanaman tersebut sudah terbukti dapat mengobati penyakit tertentu melalui penelitian klinis.
Karena itu, informasi tentang manfaat pule sebaiknya dipahami sebagai bagian dari pengetahuan herbal dan penelitian tanaman obat, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.
Penggunaan tanaman herbal perlu memperhatikan identitas tanaman, bagian yang digunakan, cara pengolahan dan jumlah penggunaannya. Jangan menggunakan bahan herbal sebagai pengganti pengobatan medis tanpa mendapatkan informasi yang tepat.
Pule sebagai Simplisia Bahan Herbal
Kalau bagian tanaman pule akan digunakan sebagai bahan herbal, salah satu bentuk yang umum adalah simplisia kering.
Simplisia pada dasarnya merupakan bahan tanaman yang telah melalui proses sederhana seperti sortasi, pembersihan dan pengeringan.
Akar dan kulit batang yang masih segar mempunyai kadar air cukup tinggi. Karena itu, bahan perlu diproses dengan benar supaya lebih awet dan tidak mudah rusak.
Bahan kering juga lebih mudah ditimbang, dikemas dan dikirim dibandingkan bahan segar.
Cara Mengolah Pule Menjadi Simplisia
Pengolahan sebenarnya tidak terlalu rumit, tetapi kebersihan dan pengeringan harus diperhatikan.
1. Pemanenan
Bagian tanaman yang akan digunakan dipanen dari tanaman yang identitasnya sudah jelas.
2. Sortasi
Pisahkan tanah, batu, bagian tanaman lain dan bahan yang rusak.
3. Pembersihan
Akar yang berasal dari dalam tanah perlu dibersihkan dengan baik. Hindari proses yang menyebabkan bahan terlalu lama dalam kondisi basah.
4. Pemotongan
Bagian yang berukuran besar dapat dipotong menjadi ukuran yang lebih kecil supaya pengeringan lebih merata.
5. Pengeringan
Bahan dikeringkan sampai kadar airnya cukup rendah dan stabil untuk disimpan.
6. Sortasi akhir
Setelah kering, periksa kembali bahan. Bagian yang berubah tidak normal, berjamur atau rusak sebaiknya dipisahkan.
7. Pengemasan
Bahan yang sudah kering dikemas menggunakan wadah yang bersih dan dapat melindungi dari kelembapan.
Cara Mengeringkan Pule
Pengeringan merupakan salah satu tahap yang sangat menentukan kualitas simplisia.
Akar atau kulit batang yang masih menyimpan terlalu banyak air lebih mudah mengalami kerusakan ketika disimpan.
Pengeringan dapat dilakukan dengan metode yang sesuai kondisi bahan dan skala produksi. Yang paling penting adalah bahan benar-benar kering dan tidak mengalami kontaminasi selama proses.
Untuk produksi skala besar, pengeringan sebaiknya dilakukan dengan metode yang lebih terkontrol sehingga hasil antar-batch lebih konsisten.
Ciri Pule Kering yang Berkualitas
Bahan yang akan digunakan sebagai simplisia sebaiknya diperiksa sebelum masuk gudang.
Secara sederhana, beberapa hal yang dapat diperhatikan adalah:
- identitas tanaman jelas;
- bagian tanaman sesuai pesanan;
- tidak bercampur dengan tanaman lain;
- bersih dari tanah dan benda asing;
- tidak berjamur;
- tidak berbau busuk;
- tidak terlalu lembap;
- warna masih sesuai karakter bahan; dan
- kemasan dalam kondisi baik.
Untuk kebutuhan industri, pemeriksaan visual saja biasanya belum cukup. Pengujian laboratorium dapat diperlukan untuk mengetahui parameter seperti kadar air, cemaran mikroba, logam berat, residu pestisida dan parameter mutu lain sesuai kebutuhan.
Cara Menyimpan Pule Kering
Setelah kering, jangan langsung dianggap aman untuk disimpan sembarangan.
Bahan herbal tetap dapat menyerap kelembapan dari udara. Kalau gudang lembap, bahan yang tadinya kering bisa kembali lembap dan akhirnya berjamur.
Karena itu:
- gunakan wadah atau kemasan yang bersih;
- simpan di tempat kering;
- hindari air dan kelembapan;
- jangan menaruh bahan langsung di lantai;
- gunakan rak atau palet untuk stok besar;
- jauhkan dari bahan berbau tajam; dan
- periksa stok secara berkala.
Perbedaan Akar Pule dan Kulit Batang Pule
Akar pule dan kulit batang pule berasal dari pohon yang sama, tetapi keduanya bukan bahan yang sama.
| Aspek | Akar Pule | Kulit Batang Pule |
|---|---|---|
| Posisi | Di dalam tanah | Pada bagian batang |
| Kondisi saat panen | Umumnya membawa tanah | Lebih mudah dibersihkan |
| Bentuk bahan | Potongan akar | Potongan kulit batang |
| Identitas perdagangan | Harus disebut sebagai akar | Harus disebut sebagai kulit batang |
Budidaya Tanaman Pule
Pule merupakan pohon yang dapat tumbuh cukup besar sehingga budidayanya perlu dipikirkan sebagai tanaman berkayu, bukan seperti menanam tanaman semusim.
1. Pemilihan lokasi
Pilih lokasi yang sesuai untuk pertumbuhan pohon dan mempunyai kondisi tanah serta drainase yang baik.
2. Bibit
Gunakan bahan tanam yang sehat dan mempunyai identitas jelas.
3. Penanaman
Karena tanaman dapat tumbuh menjadi pohon, jarak tanam perlu disesuaikan dengan tujuan penanaman dan kondisi lahan.
4. Perawatan
Perawatan dapat meliputi pembersihan gulma, pemeliharaan tanah dan pemantauan kondisi tanaman.
5. Pertumbuhan
Pule membutuhkan waktu untuk berkembang menjadi pohon. Karena itu, budidayanya lebih cocok dipandang sebagai investasi tanaman berkayu jangka panjang daripada tanaman yang langsung dipanen dalam waktu singkat.
Panen dan Pascapanen Pule
Bagian tanaman yang dipanen harus ditentukan sejak awal karena cara mengambil akar tentu berbeda dengan cara mengambil kulit batang atau bagian lainnya.
Jika mengambil akar, proses pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati agar bahan tidak terlalu banyak tercampur tanah.
Setelah panen, bahan sebaiknya segera disortasi dan diproses. Semakin lama bahan segar dibiarkan dalam kondisi basah, semakin besar risiko penurunan kualitas.
Untuk bahan yang akan masuk ke industri, pencatatan asal bahan dan proses pascapanen akan membantu menjaga konsistensi kualitas.
Pule sebagai Bahan Baku Jamu
Pule termasuk tanaman yang mempunyai sejarah pemanfaatan dalam pengobatan tradisional.
Dalam konteks bahan baku jamu, hal yang paling penting bukan hanya nama tanaman, tetapi bagian tanaman yang digunakan.
Misalnya, permintaan “pule” saja masih terlalu umum. Pembeli sebaiknya menjelaskan apakah yang dicari adalah akar, kulit batang atau bagian lainnya.
Hal ini penting agar penjual tidak salah menyiapkan barang.
Untuk supplier, informasi sederhana seperti:
- nama tanaman;
- nama ilmiah;
- bagian tanaman;
- bentuk bahan;
- asal bahan;
- kondisi kering;
- jumlah stok; dan
- harga berdasarkan volume
akan membuat penawaran lebih mudah dipahami calon pembeli.
Peluang Bisnis Pule
Pule mempunyai peluang untuk masuk dalam rantai perdagangan bahan herbal, terutama apabila bahan yang ditawarkan mempunyai identitas dan kualitas yang jelas.
Rantai perdagangan dapat melibatkan:
- petani;
- pengumpul bahan alam;
- pengepul;
- pengering;
- pengolah simplisia;
- supplier;
- pedagang bahan herbal; dan
- industri pengguna bahan alam.
Nilai produk juga dapat meningkat jika bahan sudah melalui proses sortasi, pembersihan, pengeringan dan pengemasan yang baik.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Pule
Harga bahan pule tidak selalu sama. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan perbedaan harga antara satu penjual dengan penjual lainnya.
- Bagian tanaman yang dijual.
- Apakah bahan segar atau kering.
- Ukuran potongan.
- Kebersihan bahan.
- Kadar air.
- Asal bahan.
- Jumlah stok.
- Volume pembelian.
- Kondisi pasar.
- Biaya pengeringan.
- Biaya pengemasan.
- Biaya transportasi.
Karena itu, menyebut harga tanpa menyebut spesifikasi barang sering menimbulkan salah paham.
Misalnya, “harga pule Rp... per kilogram” belum cukup. Pembeli perlu tahu apakah yang dimaksud akar, kulit batang, bahan segar atau bahan kering.
Tips Menjual Pule ke Pembeli Grosir
Kalau Anda memiliki stok pule dan ingin menjualnya ke pengepul atau pembeli grosir, jangan hanya mengirim pesan:
“Ada pule, minat?”
Lebih baik berikan informasi yang langsung bisa dipakai pembeli untuk menilai barang.
Contohnya:
- Nama bahan: Pule/Pulai
- Nama ilmiah: Alstonia scholaris
- Bagian: Akar/Kulit Batang
- Bentuk: Utuh/Potongan
- Kondisi: Kering
- Asal bahan: sebutkan daerah
- Jumlah stok: sebutkan kilogram
- Kadar air: jika sudah diuji
- Foto bahan aktual
- Harga grosir
- Minimal pembelian
- Kemampuan memasok rutin
Informasi seperti ini terlihat sederhana, tetapi sangat membantu calon pembeli.
Pule untuk Industri Herbal
Industri herbal biasanya membutuhkan bahan yang konsisten. Artinya, bukan hanya satu kali mendapatkan barang bagus, tetapi kualitasnya bisa dijaga pada pengiriman berikutnya.
Karena itu, supplier yang ingin masuk ke pasar industri sebaiknya mulai membangun sistem pencatatan.
Misalnya mencatat:
- asal bahan;
- tanggal panen;
- bagian tanaman;
- metode pengeringan;
- jumlah produksi;
- tanggal pengemasan;
- nomor batch; dan
- hasil pemeriksaan kualitas.
Semakin besar skala bisnis, dokumentasi seperti ini akan semakin penting.
Apakah Pule Cocok untuk Bisnis Bahan Jamu?
Bisa menjadi komoditas yang menarik, tetapi peluangnya sangat bergantung pada bagian tanaman, kualitas bahan dan permintaan pembeli.
Untuk pemasok, jangan hanya melihat tanaman dari sisi “bisa dijual atau tidak”. Lihat juga apakah bahan bisa diperoleh secara berkelanjutan dan apakah kualitasnya dapat dijaga.
Jika bahan berasal dari alam, aspek keberlanjutan juga penting. Pengambilan akar atau bagian pohon secara sembarangan dapat merusak tanaman dan mengurangi ketersediaan bahan di kemudian hari.
FAQ Pule
1. Apa nama ilmiah pule?
Salah satu tanaman yang umum dikenal sebagai pule atau pulai mempunyai nama ilmiah Alstonia scholaris.
2. Pule termasuk tanaman apa?
Pule merupakan pohon berkayu dan termasuk famili Apocynaceae.
3. Apa saja bagian tanaman pule?
Tanaman pule mempunyai akar, batang, kulit batang, daun, bunga, buah dan biji.
4. Apa itu akar pule?
Akar pule adalah bagian akar dari tanaman pule atau pulai yang berada di dalam tanah dan dapat diolah menjadi bahan kering atau simplisia setelah melalui proses yang sesuai.
5. Apakah akar pule sama dengan kulit batang pule?
Tidak. Keduanya berasal dari tanaman yang sama tetapi merupakan bagian tanaman yang berbeda dan harus dipisahkan dalam perdagangan maupun pengolahan.
6. Apakah pule digunakan dalam jamu?
Pule dikenal dalam berbagai penggunaan tradisional dan beberapa bagian tanamannya digunakan dalam ramuan herbal tradisional.
7. Apa kandungan tanaman pule?
Genus Alstonia dikenal mengandung berbagai metabolit sekunder, termasuk kelompok alkaloid. Komposisinya dapat berbeda tergantung spesies, bagian tanaman dan kondisi bahan.
8. Apakah akar pule bisa dibuat simplisia?
Bagian akar dapat dikeringkan sebagai bahan simplisia, tetapi identitas tanaman dan spesifikasi penggunaannya harus dipastikan terlebih dahulu.
9. Bagaimana cara menyimpan akar pule kering?
Simpan dalam wadah bersih dan kering, terlindung dari kelembapan, air, hama dan kontaminasi.
10. Apa yang menentukan harga pule?
Harga dapat dipengaruhi bagian tanaman, kondisi segar atau kering, kebersihan, kadar air, ukuran, asal bahan, jumlah stok, volume pembelian dan kondisi pasar.
11. Apakah pule bisa dibudidayakan?
Pule merupakan pohon yang dapat dibudidayakan, tetapi karena pertumbuhannya berupa tanaman berkayu, pengelolaannya perlu direncanakan sebagai tanaman jangka panjang.
12. Apa yang harus disiapkan supplier pule?
Supplier sebaiknya menyiapkan nama bahan, nama ilmiah, bagian tanaman, bentuk bahan, asal, jumlah stok, kondisi pengeringan, foto, harga berdasarkan volume dan kemampuan memasok secara rutin.
Kesimpulan
Pule atau pulai merupakan pohon yang cukup menarik dalam dunia tanaman herbal Indonesia. Salah satu spesies yang dikenal luas dengan nama tersebut adalah Alstonia scholaris dari famili Apocynaceae.
Tanaman ini mempunyai beberapa bagian seperti akar, kulit batang, daun, bunga, buah dan biji. Dalam pemanfaatan tradisional, bagian-bagian tersebut dapat mempunyai penggunaan yang berbeda sehingga identitas bagian tanaman harus selalu diperhatikan.
Akar pule dapat diolah menjadi bahan kering atau simplisia setelah melalui proses sortasi, pembersihan dan pengeringan. Sementara itu, kualitas bahan sangat dipengaruhi oleh kebersihan, kadar air, cara pengeringan, penyimpanan dan ketepatan identitas tanaman.
Bagi petani, pengepul dan supplier bahan jamu, pule juga dapat dilihat sebagai salah satu komoditas bahan herbal. Namun, peluang bisnisnya akan lebih baik jika bahan yang dijual mempunyai spesifikasi jelas dan kualitas yang konsisten.
Jadi, jika Anda menemukan bahan dengan nama “pule”, jangan hanya bertanya “berapa harganya?”. Pastikan juga bertanya “pule bagian apa, nama ilmiahnya apa, dari mana asalnya, bagaimana kondisi keringnya dan berapa stok yang tersedia?”
Informasi sederhana seperti itu justru sangat penting dalam perdagangan bahan baku jamu.
Jika Anda ingin menawarkan pule kepada pembeli grosir atau industri herbal, siapkan foto bahan aktual, nama ilmiah, bagian tanaman, bentuk bahan, asal, jumlah stok, kondisi pengeringan, kadar air jika tersedia dan harga berdasarkan volume.